HISTORY

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merupakan salah satu pendidikan tinggi yang dimiliki oleh persyarikatan Muhammadiyah.Keberadaan UMS dimulai dengan berdirinya IKIP Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta pada tanggal 18 September 1958, atas prakarsa dari sejumalah tokoh antara lain Ibu Sudalmiyah Suhud Rais, Bapak Radjab Bulan Hadipurnomo, Bapak Muhammad Syafa'at Habib, Ibu Sulastri Gito Atmojo, dan Bapak KH Syahlan Rosyidi.

Pada waktu diresmikan oleh Wali Kota Madya Surakarta, Bapak H.M. Shaleh Werdhisastro, IKIP Muammadiyah Jakarta Cabang Surakarta baru memiliki 51 Mahasiswa, 6 orang karyawan dan 7 orang dosen. Kampusnya yang masih sederhana terletak di Jalan Overste Sudiarto Nomor 60 Surakarta. Yang bertindak sebagai Rektor saat itu adalah Prof. Drs. Abdullah Sigit, seorang Guru Besar dari Universitas Gajah Mada, dan sekertarisnya adalah Bapak Drs. M. Syafa'at Habib. Pada waktu itu, IKIP Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta memiliki tiga jurusan, yaitu pendidikan Umum, Ekonomi Umum, dan Pendidikan Agama Islam (Islamic Studies) dalam jenjang Sarjana Muda. Pada tahun 1963, ketiga jurusan tersebut mendapatkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 106/A tahun 1963.

Setelah berjalan selama 7 tahun, IKIP Muhammadiyah Jakarta Cabang Surakarta mendapatkan ijin untuk memisahkan diri dari IKIP Muhammadiyah dan berdiri sendiri menjadi dua lembaga pendidikan tinggi, yaitu Institut Keguruan dan Keilmuan Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Surakarta, di bawah Koordinasi Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan, dan Institut Aama Islam Muhammadiyah (IAIM) di bawah Koordinasi Departemen Agama. IKIP Muhammadiyah Surakarta terdiri dari jurusan-jurusan Pendidikan Umum (PU) dan Ekonomi Umum (EU), berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No.337/B-SWT/1965, sedangkan IAIM terdiri dari jurusan Tarbiyah/Pendidikan Agama Islam dan Jurusan Ushuluddin/Perbandingan Agama berdsarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 21 Tahun 1966. Setahun kemudian, pada 1967, IKIP Muhammadiyah Surakarta membuka satu jurusan baru, yaitu Civic Hukum (CH) dengan status terdaftar dan mendapatkan ijin sebagai induk Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Jawa Tegah yang terdiri dari IKIP Muhammadiyah Klaten, Magelang, Kudus, Purwokerto, Kebumen, Wates, Temanggung, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Banjarnegara, Perambanan, Peurbalingga, Wonosari, dan Seragen. Setelah berkembang, cabang-cabang tersebut akhirnya berdiri sendiri menjadi perguruan tinggi yang mandiri seperti IKIP Muhammadiyah Magelang.

Pada tahun 1979, Drs. H. Mohamad Djazman, Rektor IKIP Muhammadiyah Surakarta saat itu, memprakarsai berdirinya Universitas Muhammadiyah Surakarta dan IAIM Surakarta. Terbitnya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0330/O/1981 tanggal 24 Oktober 1981, tentang perubahan status IKIP Muhammadiyah Surakarta menjadi Universitas Muhammadiyah Surakarta menandai lahirnya secara resmi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pada saat itu, UMS tediri dari lima fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas Agama Islam (FAI). Dua tahun kemudian, yaitu pada tahun akademik 1983/1984, UMS membuka dua fakultas baru : Fakultas Pisikologi dan Fakultas Geografi.

Sejalan dengan tuntuan dan perkembangan masyarakat, Universitas Muhammadiyah Surakarta mengembangkan fakultas-fakultas yang dimiliki dengan membuka jurusan-jurusan baru, seperti Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan di Fakultas Ekonomi dengan, Jurusan Teknik Arsitektur, Elektro, Teknik Kimia, dan Teknik Industri di Fakultas Teknik. Pada tahun 1993/1994, Universitas Muhammadiyah Surakarta membuka program Pendidikan Ahli Madya Kesehatan (D3) dengan jurusan Keperawatan, Fisioterapi, Gizi, dan Kesehatan Lingkungan. Tahun 1995/1996, UMS membuka Program Pascasarjana dengan program dtudi Magister Studi Islam (MSI).

Universitas Muhammadiyah Surakarta membuka Fakultas Farmasi dan Magister Manajemen (MM) pada tahun 1999, dan dua tahun berikutnya (2001) UMS membuka Magister Ilmu Hukum, Teknik Sipil, dan Manajemen Pendidikan. Adapun Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, baik program S1 maupun D4, dengan jurusan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Fisioterapi, Gizi dibuka pada tahun 2003/2004. Pada tahun berikutnya, UMS membuka program studi Pendidikan Dokter tahun akademik 2004/2005. Pada tahun 2005, UMs Mendapat izin untuk membuka program Magister PSikologi dan di usul program Magister Pengkajian Bahasa tahun 2006. Pada tahun 2006, FKIP membuka jurusan baru Program D2 Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK). Pada tahun 2006 juga dibuka Fakultas Komunikasi dan Informatika dengan satu jurusan yaitu Ilmu Komunikasi, disusul denukanya jurusan Teknik Informatika (Perangkat Lunak) pada tahun 2007. Pada tahun 2007 UMS juga membuka jurusan baru, yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Kedokteran Gigi pada tahun 2009. Pada tahun 2014, UMS mendapatkan ijin untuk menyelenggarakan Program Pendidikan Teknik Informatika.

Secara bertahap UMS mulai melangkah menuju percaturan pendidikan Internasional. Langkah tersebut dimulai dengan dibukanya Program Internasional kerjasama dengan Kingston University Inggris untuk program studi Automotive Engineering dan kerjasama dengan University Kebangsaan Malaysia untuk program studi Bussines Administration dan Medical Law pada tahun 2007. Internasionalisasi diharapkan dapat menempatkan UMS sebagai hub adanya gap kemajuan IPTEKS di barat dan di timur. Hal ini menempatkan UMS sebagai katalisator kemajuan IPTEKS di Indonesia. Internasionalisasi dapat menempatkan UMS pada posisi yang unik dan istimewa di tengah-tengah masyarakat. Pada tahun 2012 UMS juga dipercaya pemerintah untuk mengelola program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan program Darmasiswa bagi mahasiswa asing dari berbagai negara Asia, Afrika, dan Eropa. Pada tahun 2014, UMS mengembangkan kampus unit V (di Jl.Rajiman), sebagai pusat internasionalisasi UMS, termasuk untuk penyelenggaraan kelas internasional dan gelar ganda (double degree), kerjasama yang dilakukan dengan negara Korea, Taiwan, Australia dan Inggris.

Sampai dengan 2014, UMS mengelola 12 Fakultas dan 1 sekolah Pascasarjana yang terdiri dari 32 program studi S1, 4 Program Profesi, 3 Program Diploma 3, Program Double-Degree S1, dan 9 (sembilan) Program Internasional, 1 Akademik Komunitas, 10 Program Studi S2, dan 1 Program Studi S3. Pendidikan Profesi yang diselenggarakan antara lain Profesi Apoteker, Dokter, Advokat, dan Ners. Pada saat ini UMS mempunyai 10 program studi jenjang S2. Program Studi jenjang S2 tersebut adalah sebagai berikut: (1) Magister Pemikiran Islam (MPI), (2) Magister Pendidikan Islam (MPdI), (3) Magister Hukum Islam (MHI), (4) Magister Manajemen (MM), (5) Magister Manajemen Pendidikan (MPd), (6) Magister Ilmu Hukum, (7) Magister Teknik Sipil, (8) Magister Sain Psikologi, (9) Magister Psikologi Profesi, (10) Magister Pengkajian Bahasa (MPB), (11) Magister Farmasi, (12) Magister Teknik Mesin, (13) Magister Akuntansi. Adapun program studi jenjang S3 adalah Program Doktor Ilmu Hukum.